Home / BERITA BARU / WEBINAR LITERASI DIGITAL-BAGAIMANA BERINTERAKSI DAN MEMAKSIMALKAN  MANFAAT MEDIA SOSIAL ERA DIGITAL 

WEBINAR LITERASI DIGITAL-BAGAIMANA BERINTERAKSI DAN MEMAKSIMALKAN  MANFAAT MEDIA SOSIAL ERA DIGITAL 

Tampabatas.com(SMSI-lpg),
LAMPUNG UTARA- (Lampura).-

Narasumber 1 : Syali Gestanon, S.Sos
Narasumber 2 : Irwan Prasetyo, BEng (hons) MBA, A.InstIB
Narasumber 3 : Dr. Sumarno, M.Pd
Narasumber 4 : Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd
Key Opinion Leader : Hanna Farid
Moderator : Arifin Noor
Hari dan Tanggal : Senin, 1  Juni 2021 Pukul: 14.00-17.00 Wib.

    Kegiatan webinar literasi digital dengan tema bagaimana berinteraksi dan memaksakan manfaat media sosial era digital dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Juni 2021, pukul 14.00 WIB. Webinar literasi digital ini dibuka oleh moderator Arifin Noor. Moderator membuka acara, dengan mengucap salam dan menyerukan tagline Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital. moderator juga mengingatkan para hadirin untuk sellau menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Setelah itu moderator menyambut para narasumber, key opinion leader dan seluruh para peserta webinar literasi digital. kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Untuk acara pertama, moderator mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, Samuel A. Pangarapan. Moderator mengingatkan kepada para peserta tentang tema. Kemudian moderator menyapa key opinion leader, Hanna Farid. Beliau memiliki podcast bernama modes stock, tentang fashion busana muslim dan berbicara mengenai tantangan dalam industri fashion busana muslim. Meniurutnya untuk meraih target anak muda, maka harus bisa merambah ke media sosial lain seperti Tik tok.

    Kemudian, moderator mengingatkan para hadirin untuk download aplikasi Siber Kreasi, Serta follow media sosial seperti Instagram dan subscribe di Youtube Siber Kreasi. Lalu, moderator memperkenalkan narasumber pertama Syali Gestanon, S.Sos, seorang kepala seksi pengelolaan aspirasi dinas. Pendapat beliau tentang literasi digital saat ini merupakan rangkaian yang Panjang dalam perkembangan teknologi dan merupakan hasil dari apa yang kita tanam sebelumnya. Penetrasi internet juga sudah jauh menjangkau daerah-daerah terpencil. Maka saat ini sangat relevan jika kita menggalakan yang namanya literasi digital untuk masyarakat.

    Selanjutnya, narasumber pertama memaparkan materi tentang “Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Jika kita tidak bisa menggunakan pikiran dan jari kita dengan baik di dunia digital maka itu akan menyebabkan hal yang tidak baik. Ada 4 fase dalam peran sebuah teknologi yaitu yang pertama, Support, yang kedua Factory, ketiga Turn Around, dan ke empat adalah fase Strategic. Peningkatan pengguna internet naik sebesar 73 % selama tahun 2019 sampai 2020. Untuk digitalisasi, kenapa kampanye tentang literasi digital baru dilaksanakan dengan gencar sekarang? Karena ekosistem yang ada di Indonesia contoh perusahaan start up di indonesia sudah menjadi unicorn-unicorn di luar Indonesia. Kemudian digitalisasi juga dipengaruhi oleh factor infrastruktur seperti jaringan internet, dan jaringan fiber optic dan ini masih diidukung oleh pemerintah. Kemudian, regulasi juga disipalkan dan SDM yang mumpuni di bidangnya. Kita saat ini juga mengalami masa pandemi, ini juga sebuah momentum dan sudah bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Contoh seperti pembelajaran secara online, pembelanjaan kebutuhan juga dilakukan secara online.

    Kemudian narasumber masuk ke dalam materi tentang media sosial. Media sosial sebagai kekuatan baru. Media sosial sebagai amplifikasi, yaitu sebagai penguatan konstruk yang dibuat. Untuk output yang diharapkan dari cara kerja media sosial tergantung dengan konstruksi yang dibuat di awal. Komponen media sosial ada yang disebut dengan influencer, yaitu seseorang yang mempunayi pengaruh dalam dunia media sosial. Apa yang dilakukan influencer atau pengguna media sosial tergantung output apa yang diinginkan, mau negatif atau positif. Penyebaran pesan yang dilakukan secara cepat juga mempengaruhi flow dari media sosial. Media sosial juga sebagai tempat Eco changer yaitu suatu pesan yang ditembakkan secara terus menerus yang disebut post truth  dan dapat membentuk pesan yang di desain oleh desainer pesan entah itu pesan yang benar salah.

    Terdapat banyak isu yang terjadi di masyrakat yang berasal dari kejadian biasa, kemudian disebarkan di ,edia sosial, ditanggapi oleh para influencer atau netizen dan akhirnya bisa menjadi isu publik. Sanksi yang bisa dikenaka pada pengguna media sosial yang abai akan konten postingan dan komentar yang tidak sesuia degan budaya yang ada di Indonesia, yaitu pasal 27, 28, dan 29 UU ITE dapat diancam lebih dari 6 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah serta 12 tahun penjara dan denda 2 milyar rupiah.  Tips menggunakan media sosial dengan baik yaitu yang pertama harus memiliki mindset untuk hal yang positif yaitu mencari informasi yang berguna bagi dunia kerja atau pendidikan. Apa yang kita unggah sudah tersimpan dalam rekam jejak digital kita. Inertent merupakan hutan belantara pusat informasi, dengan jutaan domain beredar di internet, sehingga banyak infromasi yang muncul yang belum tentu kebenarannya bisa divalidasi. Website Turnbackhoax.id yang dikeluarkan oleh KEMENKOMINFO, merupakan situs yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi berita yang kita dapat. Jika kita mendapat informasi salah, bisa masuk ke aduan konten KEMENKOMINFO untuk selanjutnya dilakukan validasi. Jika sudah tentang cyber criminal itu sudah masuk ke ranah polisi.

    Setelah narasumber pertama memberikan materinya, moderator memperkenalkan materi kedua tentang Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital oleh bapak Irwan Prasetyo. Hal utama yang paling penting yaitu jika kita terhubung dengan internet itu kita sudah masuk dalam dunia digital, jadi apa yang kita lakukan di media digital tidak akan bisa terhapus. Jadi, jika kita saling connect dan terhubung itu kita sudah bertukar data. Kita tidak punya kendali untuk apa saja data yang ingin kita hapus atau tidak. Mungkin akan terhapus pada akun kita namun tidak akan terhapus dalam history jejak digital kita. Saat kita memanfaatkan seluruh search engine, media sosial, repository, media berita online itu sudah menjadi rekam jejak digital kita. Sebagai generasi terbaru kita harus waspada bahwa tidak semua aplikasi dapat menjaga privasi kita, satu-satunya cara untuk menjaga privasi kita yaitu memilah data atau cabut kabel internet.

    Seluruh peralatan atau kendaraan pun sekarang semua terhubung dengan internet. Apa saja yang diincar oleh para pelaku cyber criminal yaitu password, apa yang kita posting, data pribadi saat mengisi email, nomor telepon. Jadi kita harus sadar bahwa di dunia ini isinya macam-macam, maka kita harus melakukan hanya hal positif di dunia digital. Membangun perlindungan diri dan mengetahui tentang regulasi bahwa semua pelanggar privasi atau mencuri data pribadi dapat dijerat hukum. Terakhir pesan dari beliau, adalah be smart dalam dunia digital.

    Setelah materi kedua, moderator memperkenalkan materi ketiga dari bapak Dr. Sumarno, M.Pd tentang digital culture, menurut beliau sesuai perkembangan zaman kita harus menggeser dari budaya konvensioal menjadi budaya digital. saat ini kita berada pada abad ke 21 yang dikenal dengan revolusi industry 4.0, apalagi di awal tahun 2019 kita dilanda pandemic covid 19 yang mengharuskan kita untuk mengubah budaya dan kebiasaan kita sehari-hari. Merambah dalam semua aspek kehidupan, jika tanpa adanya pandemi ini maka apa yang kita lakukan saat ini akan terjadi lebih lama lagi untuk kita lakukan. Beliau merumuskan tentang beberapa hal, bahwa dalam abad ke 21 ini kita berbicara tentang critical thinking yang membuat kita generasi saat ini menjadi pemecah masalah bukan menjadi pembuat masalah. Yang kedua, kreatifitas dan imajinasi. Kemudian tentang leadership atau kepemimpinan. Kemudian, harus adanya literasi digital yang harus kita pahami dan lakukan akibat tuntutan dari abad ke 21 ini. Yang tidak kalah penting yaitu tentang citizenship atau kewarganegaraan,

    Literasi digital merupakan sesuatu yang harus segera kita lakukan. Di sebagian orang mungkin adalah sebuah hal yang mengangetkan dan menyebabkan geger budaya. Sehingga pengenalan dunia digital bagi orang yang baru mengenalinya dapat melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Literasi digital merupakan penyempurnaan dari literasi klasik dimana kita hanya menulis di atas kertas atau membaca teks di buku. Sekarang memasuki literasi yang berkaitan dengan teknologi. Bersifat multiliterasi yaitu kombinasi tentang kemampuan lterasi informasi, konvensional, dan sosial.

Yang harus kita ingat yaitu kita berkomunikasi dengan orang lain yang dalam konteks idonesia dimana mitra komunikasi kita sangat beragam dari siis agama, budaya, usia, gender yang semuanya harsu kita akomodasi yang dimana kita tidak boleh berbuat seuatu yang tidak sesuai dan harus mengacu pada etika dan moral serta nilai-nilai budaya Indonesia. Etika digital sebgaai kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan diri dan mempertimbangkan perilaku yang etis dalam dunia digital. Siapapun yang membuat karya ingin dihargai, karena setiap proses pembuatan karya itu melalui proses yang panjang. Selanjutnya bagaimana kita menghargai konten di dunia digital kita idak boleh menjiplakkarya orang lain sebagai karya kita. Bila memungkinkan kalau ingin memakai karya orang maka izin kepada pembuat karyanya. Kita tidak berkembang pada hal bajakan. Jika ada suatu karya tulisan yang tidak bagus maka jangan dicela. Untuk mewujudkan indoensia yang berkemajuan khsuusnya dalam lietrasi digital, membutuhkan ketekuan kesabaran, orang tua sebagai temat pertama dan didukung oleh elemen-elemn lain termasuk tenaga pendidik,

Setelah paparan materi dari narasumber ketiga, moderator masuk ke materi terakhir dari narasumber ke empat oleh Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd tentang digital skill. Apa saja jenis-jenis search engine dan tips untuk memilah informasi dalam search engine. Penelitian pada tahun 2016, tingkat literasi Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara. Saat ini siswa atau mahasiwa sudah mudah dalam mencari informasi namun terlalu banyaknya informasi menjadi kesulitan untuk memilah dan memilih informasi yang valid. Terkadang kita susah membedakan antara search engine dan browser. Search engine merupakan alamat web, kalau browser adalah perangkat lunak untuk menyediakan sumber informasi di internet. Jenis-jenis search engine yaitu google.com, bing.com, yahoo.com. Jika browser adalah seperti google chrome, mozilla firefox, internet explorer. Cara untuk memilih dan memilah informasi, perlu kita ketahui tidak hanya dlaam media sosial yang bisa menyebarkan hoax tetapi ternyata jurnal-jurnal yang belum terakreditasi yang tidak didasarkan pada sumber yang benar di dalam artikelnya. Hal ini tentunya dalam dunia akademik juga ada hoax yang tidak bisa terdekteksi.

Tips memilih informasi yang ada di mesin pencarian, yaitu,

Melihat identitas penulisnya

Kita perhatikan kredibilitas penerbitnya

Perhatikan web atau nama domain

Perhatikan web tersebut tertata dengan baik oleh pengelolanya yang secara continue memperbarui konten-koten yang ada di dalamnya

Perhatikan jenis file-nya, berbentuk PDF atau hanya tertulis di blog.

Perhatikan Bahasa yang digunakan sesuai kaidah Bahasa yang berlaku

Kita juga harus memiliki berbagai sikap untuk memilih informasi yaitu pertama, harus bersikap skeptis atau berpikir kritis, dalam menerima informasi harus meragukan dulu atas informasi yang kita dapat. Yang kedua, melihat beberapa sumber untuk validasi. Yang ketiga, perhatikan kelogisan informasi. Bebrapa situs referensi yang bisa digunakan untuk dijadikan dasar teori untuk karya ilmiah. Pertama, science direct. Kedua, sci hub. Ketiga, libgen.is. Kempat, garuda.ristekbrin. Kelima, sinta.ristekbrin. Pesan beliau adalah mari bijaklah dalam memilih informasi agar kita tidak menjadi penyebar hoax atau berita bohong.

Setelah pemaparan materi dari narasumber terakhir, moderator beralih ke sesi tanya jawab bagi para narasumber.

Selvia memberikan pertanyaan untuk bapak Irwan Prasetyo, BEng (hons) MBA, A.InstIB

Q : Penyampaian informasi yang efektif melalui dunia digiytal bagi anak-anak seperti apa?

A : Kita perlu pendampingan, apalagi kita sebgaai orang tua perlu mendampingi anak kita. Apalagi contoh di website-website di luar sana yang sangat berbahaya. Kita harus punya tujuan, jangan buang waktu,

Ii Risa memberikan pertanyaan kepada bapak : Dr. Sumarno, M.Pd

Q : Peran orang tua dalam literasi digital, bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk memimbing anak yang sedang belajar dalam penggunaan teknologi?

A : Benar peran orang ua menjadi suatu yang amat penting dalam mengawal penggunaan teknologi digital anak-anaknya. Yang pertama harus dilihat apakah anak kita sudah memerlukan teknologi tersebut, sekarang anak balita sudah diberikan gadget. Diperlukan ketegasan orang tua terhadap anaknya tetapi bukan dengan kekerasan tetapi dengan kasih sayang. Secara berkala mungkin bisa dilihat perngakat anak-anak kita, jangan membiarkan anak kita memainkan gadgetnya sendiri dan berikan batas waktu.

Tegar Amanda memberikan pertanyaan kepada bapak Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd

Q : Bagaimana cara kita memilah berita hoax? Bagiamana cara meningkatkan mutu baca masyarakat?

A : seperti yang tadi saya tampilkan, bahwa kita bisa lihat dari penulisnya, penerbitnya, jenis filenya, dan kelogisan dari  informasi yang ada. Menanamkan sikap skeptis taau ragu-ragu dalam menerima informasi. Jika membaca jurnal maka dibaca secara utuh lihat data yang dipublikasi benar atau tidak. Kemudian meingkatkan literasi membaca mulai dari diri kita untuk mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat, sesekali boleh tetapi bukan menjadi aktivitas utama. Perbanyak membaca berita dari sumber terpercaya, banyak membaca jurnal-jurnal ilmah.

Yahya maulana memberikan pertanyaan kepada bapak Syalli Gestanon, S.Sos

Q : Bagaimana cara kita menganalisa sebuah aplikasi untuk suatu kepentingan bisnis agar tidak terjadi hal tidak diinginkan seperti tercurinya data kita?

A : Baik, ini masuknya bisa ke cyber crime.  Harus lihat upaya yang dilkaukan pemerintah untuk memberantas cyber crime sudah banyak melakukan pembatasan atau pemblokiran website atau aplikasi yang melakuka penipuan. Selain itu di sisi lain kebijaksanaan atau kecerdasan kita  melihat apakah aplikasi itu sudah terpercaya atau tidak. Kembali lagi kepada kita untuk mengkampanyekan internet sehat.

    Setelah sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber, moderator Kembali menyapa KOL, Hanna Farid. Pengalaman Hanna Farid dalam bemain media sosial, beliau merasakan sekali pentingnya media sosial untuk berkomunikasi. Saat dulu menggunakannya blogspot untuk mengisi konten tentang mix and match baju. Hingga sampai bisa mendatangi event international seperti New York Fashion Week dan London Fashion Week.  Kemudian berpindah sampai sekarang ke Instagram untuk brand independent, Modestock.id. Menurut beliau, pemaparan materi tentan literasi digital hari ini sangat berkaitan dengan empat pilar yang sudah dibahas terutama etika digital. kampuan kita untuk berkomunikasi yang baik, untuk lebih solutif, untuk tidak menyulitkan orang lain.

Setelah itu moderator menutup kegiatan webinar dengan menyimpulkan dari empat materi kita harus mempunyai kemampuan untuk membuat konten dalam media sosial harus bijak dalam memberikan komen dan  jawaban. Kemudian kita harus benar-benar menjaga keamanan data pribadi kita di dunia digital. Pastikan rekam jejak kita harus positif. Kemudian, bagaimana kita harus beretika dan ada kultur yang harus kita jaga. Lalu tips untuk memilih dan memilah informasi dalam mesin pencari seperti yang sudah dijelaskan. Moderator menutup dengan salam dan tagline, Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!.
(***)

SHER tampabatas
Baca Juga Artikel di LV

About admin

Check Also

RUTAN KOTAAGUNG TURUT BERBAGI DI MASA PANDEMI

Tampabatas.com(SMSI-lpg), Tanggamus.- Perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah ditetapkan pemerintah hingga 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *