Home / ADVERTORIAL / PANGDAM II SRIWIJAYA KAGUMI KEPEMIMPINAN BUPATI UMAR AHMAD
Pangdam II Sriwijaya dan rombangan berada di pelataran seni Kota Budaya Uluan Nughik.

PANGDAM II SRIWIJAYA KAGUMI KEPEMIMPINAN BUPATI UMAR AHMAD

Pangdam II Sriwijaya dan rombangan berada di pelataran seni Kota Budaya Uluan Nughik.Tampabatas.com(SMSI), Tulangbawang Barat (Tubaba).-

Betapa indahnya Icon kabupaten Tulangbawang Barat. Hal ini yang dikatakan Panglima Komando Daerah Militer II Sriwijaya (Pangdam II Sriwijaya) Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi saat melakukan Kunker dan Baksos ke Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat 18/09/2020.

Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi berkeliling Kabupaten Tulangbawang Barat melihat destinasi yang tersedia di Kabupaten Tubaba yang identik juga disebut Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Saat diwawancarai beberapa awak media, Mayjend.TNI. Agus Suhardi Mengungkapkan, dirinya sangat terkesan sekali dengan kepemimpin Bupati Tubaba Umar Ahmad.

{Ket-Foto : Dari kiri, Ny.Kornelia Umar, Bupati Umar Ahmad, Mayjend.TNI.Agus Suhardi, Ketua persit KCK Daerah II Sriwijaya. Sedang berada di Titik nol Tubaba.}

Menurut Pangdam, Bupati Umar Ahmad memiliki jiwa seni yang tinggi, sehingga bisa menghasilkan Icon di Tubaba yang sangat luar bisa.

“Icon di Tubaba cukup bervariasi dan unik, Islamik Center yang dihiasi bangunan Unik, Masjid Baitushobur dan Rumah Budaya. Selain itu juga ada Tugu Rato Nago Besanding dan Kota Budaya Uluan Nughik. Destinasi yang tak kalah uniknya, Tugu Rato nago besanding dan Kota Budaya Uluan Nughik.”

Mayjend.TNI.Agus Suhardi menyebutkan, Perlu keberanian yang tinggi, untuk melakukan perubahan. Dari keberanian inilah maka menghasilkan seni-yang luar biasa, seperti yang dilakukan Pemimpin Tubaba.

“Semoga Kabupaten Tubaba ini akan menjadi Kota Destinasi Nasional.” Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi mendoakan.

Diketahui, Islamik Center yang juga lazim disebut Komplek Dunia ahirat, di dalamnya berdiri dua bangunan unik yang terletak berjajar, bangunan Masjid Baitushobur juga disebut Masjid 99 cahaya asma ulhusna, berdampingan dengan Rumah Budaya (Sessat Agung,-red) yang bernama Bumi gayo ragem sai mangi wawai.

{Ket-Foto : Pangdam II Sriwijaya Mayjend.TNI. Agus Suhardi dan Bupati Umar Ahmad berkeliling Kota budaya Uluan Nughik.}

Dapat disaksikan bersama, bertengger di suatu persimpangan jalan, tepatnya di Kecamatan Tulangbawang Tengah nampak patung sepasang pengantin yang mengendarai kereta yang dijalankan sepasang naga, itu disebut Tugu Rato Nago Besanding. Dan tak begitu jauh dari tempat itu terdapat sekumpulan bangunan rumah dengan gaya klasik turut menghiasi dan menjadi tempat kunjungan wisata yang disebut Kota Budaya Uluan Nughik.

KehadiranPangdam II/Sriwijaya Mayjen.TNI.Agus Suhardi dan Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya beserta rombongan dari Makodim 0412/LU, adalah dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) dan bakti sosial (Baksos) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Pada kehadiran Pangdam II/Sriwijaya beserta rombongan langsung disambut oleh Unsur Forkopimda dengan Prosesi Pengalungan Selendang Tapis dan Pemberian Bunga kepada Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya. Dilanjutkan dengan  melaksanakan kegiatan Jumat Berkah Baksos pembagian sembako dengan  Tema ‘Bersama Lawan Covid-19 Terus Kita Bangun Kesadaran dan Kepedulian Sosial’ di Balai atau Rumah Adat Sessat Agung  Komplek Islamic Center.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen.TNI.Agus Suhardi menuturkan, sejak bulan Februari sampai saat ini kita dilanda wabah Covid-19 yang dampaknya sangat terasa, terutama di dalam perekonomian negara. Bahkan sampai negara maju seperti negara Israel juga merasakan dampaknya.

“Kami Keluarga Besar Kodam II/Sriwijaya beserta Pemerintah Kabupaten Tubaba memberikan sedikit Bantuan untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Mayjen.TNI. Agus Suhardi.

{Ket-Foto : Pangdam II Sriwijaya melihat lebih dekat bangunan rumah gaya klasik di Kota Budaya Uluan Nughik.}

Pada kegiatan tersebut Bupati Tubaba, Umar Ahmad, melakukan Sharring dan pengenalan konsep pembangunan di Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Dalam bekerja masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat berfalsafah Nenemo (Nemen, Nedes, Nerimo) artinya bekerja keras, tahan banting pantang menyerah, dan Ikhlas. Falsafah itu yang harus menjadi prinsip dan ciri masyarakat Tubaba,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, Nenemo itulah yang menjadi ciri khas dan membedakan masyarakat Tubaba dengan masyarakat dari luar Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Tubaba bukan hanya singkatan Tulangbawang Barat, tapi Tubaba adalah masa depan Tulangbawang Barat. Ciri-cirinya adalah ketika prinsip Nemen, Nedes, Nerimo sudah melekat pada diri masyarakat Tubaba dan menjadi semangat kita bersama dalam memajukan bumi Ragem Sai Mangi Wawai”, ungkap Umar Ahmad.

Bupati Tubaba juga Berharap dengan usia 11 tahun,  Kabupaten Tubaba sangat berkeinginan untuk ada pembangunan Kodim di wilayah Tubaba guna mendukung kemajuan Tubaba kedepannya.

“Kami Pemkab Tubaba siap menyiapkan lahan demi terbentuknya Kodim di Tubaba serta adanya wacana dari PT Pindad yang mencari lahan untuk mengembangkan Produksi Pindad. Maka kami di Tubaba akan mendukung sepenuhnya wacana tersebut,” pungkasnya. (ADV)

SHER tampabatas

About admin

Check Also

DIDAULAT SAMBUTAN, CAMAT TBU CERITAKAN TUBABA DI OGAN ILIR

Tampabatas.com(SMSI-lpg), OGAN ILIR.- Dalam acara Syukuran pernikahan Novri bin Karyadi dan Reza Putri (Eca) binti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *