Home / BERITA BARU / MENUKIL ASA KUPIR DITA DI TUBABA

MENUKIL ASA KUPIR DITA DI TUBABA

Tampabatas.com(SMSI),
Tulangbawang Barat (Tubaba).-
Menyajikan karya terbaik agar pelanggan merasa puas mengenakan pakaian, merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang wanita yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Dita dalam profesinya sebagai kupir (penjahit).

Lahirnya kalimat diatas setelah memaknai perbincangan Dita dengan tampabatas.com pada Rabu sore 04/11/2020.

Nama Dita (sapaan dalam bahasa Jawa, Mbak Dita) banyak dikenal di wilayah Kabupaten Tubaba, seperti juga halnya nama persimpangan jalan yang lazim disebut Simpang PU, tak asing lagi di Tulangbawang Barat.

Kisaran tiga ratus meter dari simpang PU menuju arah Tiyuh Pulung Kencana, tepatnya di Suku(RK)02 Tiyuh Candra Mukti, sebelah kiri akan nampak terpampang plakat Penjahit Dita, dan hanya berjarak puluhan meter masuk ke dalam akan ditemui rumah sederhana sebagai pangkalan harapan Mbak Dita.

Merupakan karya tangan Dita yang murah senyum, tergerai rapi beraneka busana wanita dengan beragam warna adalah pesanan dari pelanggan.
Melihat hasil karyanya yang cukup baik dan menarik dengan gaya klasik dan model masa kini, mungkin tak salah bila Dita dikatakan berpengalaman sebagai tailor.

Selain itu, adanya beberapa wanita muda nampak tekun dan sabar melakukan pekerjaan dengan mengikuti saran Mbak Dita, untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Mungkin juga bisa jadi alasan tepat bila Dita disebut mumpuni dalam kerjanya sebagai kupir.

“Mereka yang bekerja berasal dari tetengga dekat, harapan saya, selain mereka mendapat upah untuk mencukupi kebutuhan mereka, nantinya mereka bisa mandiri dengan mendapatkan pengalaman selama bekerja dengan saya.” Ujar Dita dengan kesungguhan.

Dita menguraikan, sebelum adanya pandemi virus corona, cukup ramai pelanggan yang datang untuk menjahitkan bahan pakaian. Bahkan hingga pekerjaan menumpuk.

“Namun sejak adanya penyebaran covid-19 penghasilan dari tailor mengalami penurunan yang tajam mencapai lebih dari 60 persen. Bahkan mereka yang ikut bekerja terpaksa saya bagi menjadi dua sif (giliran), seminggu bekerja, seminggu diistirahatkan, agar sama mendapatkan makan untuk bertahan dalam masa pandemi. Semoga Allah memberi selalu memberi rezeki kepada kami.” lirih wanita yang lembut itu.

Dia menambahkan, dirinya menggeluti dunia penjahit sejak masa remaja, pekerjaan itu lebih ditekuni sejak tahun 2000 hingga saat ini. Dalam kurun waktu puluhan tahun itu berbagai pengalaman suka dan duka telah dilalui.

“Yang paling saya sukai ketika
pelanggan merasakan nyaman mengenakan hasil karya tangan kami dan elok dipandang mata, Itu yang utama. Dengan begitu kami berharap uang yang kami dapat akan lebih bermanfaat.” terang wanita lembut itu dengan kalimatnya yang santun.

Lanjutnya, dengan banyak pelanggan tentu ada pengalaman pahit yang ia temui, karena selera tidak sama dalam berpakaian, ada yang suka pakaian agak longgar, sempit, dan sebagainya yang terkadang tidak selaras dengan keindahan.

“Misalnya postur tubuh yang sangat indah bila mengenakan busana agak longgar, tetapi yang bersangkutan lebih suka pakaian yang ketat, kadang ada yang marah atau memaki, ini yang perlu kesabaran untuk memberikan pengertian.” Ujarnya mencontohkan dengan landai.

Dita menambahkan, ditempatnya juga menyediakan berbagai jenis bahan pakaian berkwalitas baik yang cocok untuk wanita, dengan harga relatif terjangkau.

“Rata-rata harganya kisaran 300 ribu per meter, ada juga yang lebih murah, kami juga menyiapkan bahan yang lebih mahal tetapi tidak banyak.
Mari Bang ajak keluarga berkunjung ke tempat kami, agar bertambah cantik”.gurau ibu Dita dengan santun dan ramah.(mukaddam)

 

SHER tampabatas

About admin

Check Also

Terapkan PPKM Usai Lebaran, Babinsa Jajar Sambangi Superindo Solo

Tampabatas.com(SMSI-lpg), Surakarta.- Saat kita merayakan Idul Fitri pada masa pandemi seperti¬† sekarang ini maka kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *