Home / BERITA BARU / Jelajah Virtual Ke Desa Sejahtera Astra Kendal Penghasil Minyak Atsiri
DCIM100MEDIADJI_0239.JPG

Jelajah Virtual Ke Desa Sejahtera Astra Kendal Penghasil Minyak Atsiri

Tampabatas.com(SMSI), JAKARTA.- Salah  satu  wujud  nyata  kepedulian  Astra  untuk  meningkatkan  kesejahteraan masyarakat  Indonesia  adalah  mengembangkan  Kampung  Berseri  Astra  (KBA)  dan  Desa Sejahtera Astra  (DSA)  yang  kini  tersebar  di  34  provinsi  di  Indonesia.   Desa  Sejahtera  Astra  yang  berlokasi  di  Kendal,  Jawa  Tengah,  saat  ini  merupakan  daerah penghasil  minyak  atsiri yang  terbuat  dari  ekstrak  berbagai  macam  tumbuhan  yang  dipercaya memiliki  manfaat  untuk  kesehatan. Dalam  Workshop  Lingkungan  2020  yang  diadakan  pada  hari  ini  (10/11),  Astra  mengajak peserta  yang  terdiri  dari  wartawan,  blogger  dan  tim  Corporate  Communications  Grup  Astra   untuk  mengunjungi  DSA  Kendal,  Jawa Tengah,  secara virtual. Peserta  diajak  untuk  melihat  proses  pembuatan  minyak  atsiri  bersama  penggerak  DSA Kendal  Khafidz  Nasrullah.  Hadir  juga  penerima  apresiasi  Semangat  Astra  Terpadu  Untuk (SATU)  Indonesia  Awards  2020  bidang  lingkungan  Rizki  Hamdani  untuk  berbincang mengenai  kontribusinya sebagai  penggagas  kelompok  santri    tani  milenial. Peserta  kemudian  diajak  mengenal  lebih  jauh  tentang  Pranaraksa  Astra,  yaitu  Program Konservasi  Keanekaragaman  Buah  Langka Nusantara. Desa Pengekspor  Minyak  Atsiri Sejak  membina  DSA  di  Kendal  pada  Juli  2019  hingga  saat  ini,  Astra  terus  memotivasi  dan membina  masyarakat  di  sana  untuk  menanam  serai  (sereh)  wangi,  mengumpulkan  daun cengkih  sekaligus  mengolah  bahan  baku  dari  minyak  atsiri  atau  dikenal  juga  sebagai essential  oil.   Khafidz  mengatakan  dulu tembakau  menjadi  satu-satunya  komoditas  utama.  Namun,  karena prospek  ke  depan  dianggap  tidak  terlalu  baik,  tembakau  pun  ditinggalkan.  Masyarakat  mulai menanam  sayuran  dan  buah,  seperti  cabai,  kubis  dan jambu  biji. Lalu  pemerintah  meluncurkan  program  Desa  Mandiri  Energi  sekitar  tahun  2012. “Masyarakat  mendapat  bibit  jarak  pagar  untuk  ditanam  dengan  harapan  dapat  diolah  dan menghasilkan  biodiesel,  tapi  belum  memberikan  hasil  yang  optimal,”  ungkap Khafidz. Hal  itu  membuatnya  berinisiatif  mencari  tanaman  alternatif  untuk  dibudidayakan  bersama masyarakat.  Pilihannya  jatuh  pada  cengkih  dan  sereh  wangi.  Tahun  2013,  dengan  motivasi untuk  berkembang,  Khafidz  mengajak  masyarakat  untuk  masuk  ke  sebuah  bidang  usaha baru,  yakni  minyak  atsiri. Minyak  atsiri  merupakan  minyak  olahan  yang  dihasilkan  dari  berbagai  bagian  tumbuhan seperti  akar,  kulit,  batang,  daun,  bunga  dan  biji.  Untuk  minyak  atsiri  berbahan  baku  cengkih, yang  digunakan  hanya  daun  yang  berguguran  atau  layu.  Daun  cengkih  yang  sudah  jatuh  ke tanah  memiliki  kandungan minyak yang  lebih  tinggi  ketimbang yang  masih  di  pohon.

Melihat  masyarakat  bersemangat,  Khafidz  pun  mendirikan  CV  Nares  dan  menggagas sebuah  label  produk  minyak  atsiri,  yakni  Nares  Essential  Oil.  “A  hundred  percent  pure  and natural  essential  oil,”  jelas  Khafidz. Awalnya,  masyarakat  menjual  bahan  mentah  daun  cengkih  kering  dan  daun  sereh  wangi kepada  CV  Nares  dan  pengepul  lain.  Lalu,  muncul  keinginan  dari  Khafidz  agar  nilai  dari cengkih  dan  sereh  wangi  yang  mereka  jual  menjadi  lebih  tinggi.  Masyarakat  dan  Khafidz akhirnya dipertemukan  nasib dengan  Astra. Dukungan  Astra untuk  DSA  Kendal Guna  meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat  di  sana,  Astra  hadir  dengan  memberikan dukungan  berupa  fasilitas  mesin  pengolahan  bahan  baku  minyak  atsiri,  pendampingan,  dan pembinaan  kepada  masyarakat  melalui  sebuah  program  bernama  Desa  Sejahtera  Astra. Payung  usaha  Khafidz,  CV  Nares,  kemudian  ditunjuk  menjadi  offtaker  minyak  atsiri  yang dihasilkan  masyarakat  DSA  Kendal. Astra  memberikan  edukasi  mengenai  cara  memproduksi  minyak  atsiri,  mulai  dari  metode pengeringan  bahan  baku,  pengetahuan  soal  bahan  baku  seperti  apa  yang  siap  diolah melalui  mesin penyulingan,  hingga  tentang cara  pengolahannya.   Tak  berhenti  di  situ,  Astra  juga memberikan  pelatihan  kewirausahaan  dan  keterampilan  nonteknis  (soft  skill)  kepada  masyarakat  yang  menggantungkan  hidupnya  pada  minyak  atsiri. Mulai  dari  pelatihan  pembuatan  laporan  keuangan,  pelatihan  membuat  foto  produk, manajemen  UMKM,  desain produk  dan  pengemasan,  hingga  promosi  produk,  dan  lainnya.   Alhasil,  kini  produk  minyak  atsiri  yang  dihasilkan  oleh  produsen-produsen  di  DSA  Kendal sudah  mengikuti  standar  pengolahan  industri. “Dulu  suami  saya  jarang  pulang  ke  rumah  karena  harus  bekerja  sebagai  buruh  bangunan yang  pendapatannya  tidak  seberapa.  Sekarang  setelah  ikut  bekerja  mengolah  minyak  atsiri, setiap  hari  bisa  pulang  ke  rumah,  dekat  dengan  keluarga,  dan  tentunya  pendapatan  jauh meningkat  tiga  sampai  empat  kali  lipat,”  ujar  Suyanti,  warga  Desa  Ngargosari,  Kabupaten Kendal,  yang  merasakan  dampak  positif  dari  pelatihan dan pendampingan  dari  Astra. Kini,  produksi  minyak  atsiri  dari  DSA  Kendal  sudah  diekspor  ke  berbagai  negara  seperti Jerman,  Prancis  dan  Spanyol.  Dengan  adanya  pembinaan  oleh  Astra,  masyarakat  memiliki harapan  terhadap  pertanian  desanya  masing-masing.  Masyarakat  percaya  bahwa  ada peluang  lebih besar  di  sektor  pertanian,  terutama  pengolahan  minyak  atsiri  ini. Semangat  warga  DSA  Kendal  sejalan  dengan  cita-cita  Astra  untuk  sejahtera  bersama bangsa. Untuk informasi  lebih  lanjut,  mohon hubungi: Boy  Kelana Soebroto Head of  Corporate Communications PT  Astra  International  Tbk Telp.  021-508-43-888

Tentang  Astra: PT  Astra  International  Tbk  didirikan  di  Jakarta  pada  tahun  1957  sebagai  sebuah  perusahaan  perdagangan umum  dengan  nama  Astra  International  Inc.  Pada  tahun  1990,  dilakukan  perubahan  nama  menjadi  PT  Astra International  Tbk,  dalam  rangka  penawaran  umum  perdana  saham  Perseroan  kepada  masyarakat,  yang dilanjutkan  dengan  pencatatan  saham  Perseroan  di  Bursa  Efek  Indonesia  dengan  menggunakan  ticker ASII. Astra  telah  mengembangkan  bisnisnya  dengan  menerapkan  model  bisnis  yang  berbasis  sinergi  dan terdiversifikasi  pada  tujuh  segmen  usaha,  terdiri  dari:  1)  Otomotif,  2)  Jasa  Keuangan,  3)  Alat  Berat, Pertambangan,  Konstruksi  &  Energi,  4)  Agribisnis,  5)  Infrastruktur  dan  Logistik,  6)  Teknologi  Informasi  dan  7) Properti. Kegiatan  operasional  bisnis  yang  tersebar  di  seluruh  Indonesia  dikelola  melalui  236  anak  perusahaan,  ventura bersama  serta  entitas  asosiasi,  didukung  oleh  190.087  karyawan,  berdasarkan  data  September  2020. Sebagai  salah  satu  grup  usaha  terbesar  nasional  saat  ini,  Astra  telah  membangun  reputasi  yang  kuat  melalui penawaran  rangkaian  produk  dan  layanan  berkualitas,  dengan  memerhatikan  pelaksanaan  tata  kelola perusahaan  dan  tata  kelola  lingkungan  yang  baik.  Astra  senantiasa  beraspirasi  untuk  menjadi  perusahaan kebanggaan  bangsa  yang  berperan  serta  dalam  upaya  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat Indonesia.   Oleh  karena  itu,  kegiatan  bisnis  Astra  berupaya  menerapkan  perpaduan  yang  berimbang  dalam  aspek  komersial bisnis  dan  sumbangsih  non-bisnis  melalui  9  yayasan  yang  dibinanya,  juga  melalui  beragam  program  tanggung jawab  sosial  berkelanjutan  Astra  Untuk  Indonesia  Sehat,  Astra  Untuk  Indonesia  Cerdas,  Astra  Untuk  Indonesia Hijau  dan  Astra  Untuk  Indonesia  Kreatif. Astra  menginisiasi  program  Semangat  Astra  Terpadu  Untuk  (SATU)  Indonesia  Awards  yang  tahun  ini  memasuki tahun  kesebelas  dan  telah  mengapresiasi  397  anak  muda,  yang  terdiri  dari  70  penerima  tingkat  nasional  dan  327 penerima  tingkat  provinsi  di  lima  bidang,  yakni  Kesehatan,  Pendidikan,  Lingkungan,  Kewirausahaan,  dan Teknologi.  Beberapa  penerima  apresiasi  tersebut  telah  dikolaborasikan  oleh  Astra  dengan  116  Kampung  Berseri Astra  dan  753  Desa  Sejahtera  Astra  di  34  provinsi  di  seluruh  Indonesia.   Untuk  informasi  lebih  lanjut,  kunjungi  www.astra.co.id  &  www.satu-indonesia.com,  serta  ikuti  kegiatan  Astra melalui  Instagram  (@SATU_Indonesia),  YouTube  (SATU  Indonesia),  Facebook  (Semangat  Astra  Terpadu)  dan Twitter (@SATU_Indonesia). (*)

SHER tampabatas
Baca Juga Artikel di LV

About admin

Check Also

Rehab Gedung TPA Al-Amin Dukuh Boto, Majasto mulai dikerjakan Satgas TMMD Reg ke 112 Kodim 0726/Sukoharjo

Tampabatas.com (SMSI-lpg), Sukoharjo. – Satgas TMMD Reguler ke 112 Kodim 0726/Sukohajo mulai mengerjakan perehaban Gedung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *