Home / DAERAH / Hujan Deras Rendam Pemukiman Warga Kota Alam

Hujan Deras Rendam Pemukiman Warga Kota Alam

Tamapbatas.com, Lampung Utara.- Hujan dengan intensitas Lebat mengguyur kotabumi dalam sehari semalam yang menyebabkan meluapnya aliran Way Sesah dan merendam setidaknya 4 rumah di lingkungan Kavling Tanjung Alam Permai RT 014 RW 005, Selasa (14/4) dan 34 rumah lainnya yang tersebar di Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan. Felix Sulandana selaku Lurah berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga terdampak banjir di sekitar aliran Way Sesah. Hal itu terungkap saat beliau datang untuk meninjau lokasi banjir.

“Ya hari ini kita turun untuk melihat keadaan banjir di lingkungan V tepatnya di RT 014 setelah mendapat laporan dari warga sekitar. Setidaknya ada empat rumah yang terdampak dari luapan air sungai. Ini sudah kita data, dan insyallah akan segera turun bantuan,” ujar Felix kepada Tampabatas.com pada Selasa.14/04/2020.

Ia juga mengakui cukup kesulitan untuk mengakses wilayah Kavling Tanjung Alam Permai yang berada di perbatasan dengan kelurahan Tanjung Harapan karena banjir.
“Saya sempat merasakan juga apa yang dirasakan warga disini, tadi sempat bingung pas sampai di bawah jembatan air menggenangi cukup dalam dan motor enggak bisa lewat, terpaksa harus muter lewat jalur 2. Insha Allah kedepan akan ditindak lanjuti. Hasil tinjauan lapangan hari ini akan saya jadikan bahan saya untuk melaporkan pada pimpinan,” terangnya.

Terkait penyebab banjir dikarenakan adanya pendangkalan aliran Way Sesah, pihaknya juga akan menindaklanjuti agar nantinya ada pengerukan dilakukan oleh organisasi perangkat daerah setempat. Sehingga saat musim hujan tiba, tidak ada lagi rumah milik warga tergenang air.

“Semua sedang kita data, untuk kelurahan yang saya pimpin disini sudah ada 38 rumah terdampak. Di Rawa Karya 34 rumah dan sisanya disini, insha allah tidak lama lagi akan tiba bantuan,” tambahnya.

Tokoh pemuda setempat, Tori menambahkan banjir pasca hujan lebat kemarin tidak hanya menggenangi pemukiman dan perkebunan warga. Namun akses vital transportasi warga juga kena imbas. Sehingga menghambat warga untuk beraktivitas.

“Kami jadi terisolir begini, maklum saja jalan berada diperbatasan tergenang air. Sementara sisi lainnya kearah jalur dua tergenang air, sementara disini hanya ada dua jalur itu dipergunakan warga. Harapan kami selaku masyarakat mohon untuk dilakukan peninggian badan jalan, dan dibuatkan gorong-gorong atau jembatan di jalan yang tembus ke jalur dua,” harapnya.(Rudi).

SHER tampabatas

About admin

Check Also

KETUA SMSI TUBABA BIDIK BUPATI DAN KAPOLRES

Tulangbawang Barat (Tubaba).- Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *