Home / BERITA BARU / Gemas ASI Dicanangkan Dinkes Lampura Untuk Cegah Stunting

Gemas ASI Dicanangkan Dinkes Lampura Untuk Cegah Stunting

Tampabatas.com(SMSI),
Lampung Utara (Lampura).-
“Dari hasil riset kesehatan dasar (Rakesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) di 2018, mencatat angka presentase di Lampura yang mengalami stunting  di wilayah masih tinggi dikisaran 26,6 persen. Karenanya, Dinkes Propinsi Lampung melakukan penilaian program kerja di 27 Puskesmas untuk penurunan angka stunting  di aula Bappeda pada Selasa (13-10-2020) kemarin dan hasilnya, inovasi program gerakan masyarakat sayang ASI (Gemas ASI) menjadi prioritas program unggulan yang dilakukan kabupaten”  ujar Kepala Seksi (Kasi)

Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara, Eva Riwanda Imam, di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Sebelumnya, program Gemas ASI yang diajukan Puskesmas Madukoro itu sebagai program unggulan penurunan angka stunting di Kecamatan Kotabumi Utara, dengan diawali pembentukan lima orang kader yang ditugaskan memberikan sosialisasi bagi ibu menyusui di delapan Desa di lingkup Kecamatan. Yakni; Desa Kali Cinta, Madukoro, Madukoro Baru, Talang Jali, Margorejo, Banjar Wangi, Wonomerto dan Sawo Jajar.

“Pada program Gemas ASI, kader menyampaikan sosialisasi bagi ibu menyusui agar  memberikan ASI  eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga bayi berusia minimal dua tahun dengan tambahan makanan mulai enam bulan sesuai dengan usia anak” tuturnya menambahkan.

Karena dinilai program yang diajukan Puskesmas Madukoro mencakup tiga kriteria upaya pencegahan stunting, yakni; inovasi, replikatif dan aspirasi, maka program itu juga akan dimasukkan sebagai program kerja di wilayah yang masuk cakupan kerja 26 Puskesmas yang lainnya.

“Sebanyak 27 Puskesmas memiliki program kerja masing-masing untuk menekan presentase prevalensi stunting di Kabupaten dan karena program Gemas ASI menjadi program unggulan, program tersebut akan dimasukkan sebagai program kerja di Puskesmas tersebut untuk memdorong perubahan perilaku masyarakat guna mencegah stunting di lingkungan keluarga” tuturnya kembali.

Pihaknya berharap, melalui program yang diluncurkan itu, maka penurunan angka stunting dapat segera terealisasi dan dalam pelaksanaan program  Dinkes menerima alokasi anggaran bantuan operasional Kesehatan (BOK) penugasan stunting dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik Tahun Anggaran (TA) 2020 melalui Kemenkes bersumber dari APBN sebesar Rp750 juta.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. (Y1).

SHER tampabatas

About admin

Check Also

Pastikan Penyaluran Bantuan Sesuai Protkes, Anggota Kotamil 06/Batuwarno Dampingi Setiap Kegiatan

Tampabatas.com(SMSI-lpg), Wonogiri – Pastikan penyaluran bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19 sesuai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *