Home / BERITA BARU / Membangun Pertanian Organik Untuk Ketahanan Pangan

Membangun Pertanian Organik Untuk Ketahanan Pangan

Tampabatas.com(SMSI),
Lampung Utara.- Penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari kearifan lokal di bidang pertanian yang telah dipraktekkan nenek moyang kita mengacu pada keselarasan dengan alam sementara aplikasi  pupuk kimia telah memaksa tanaman untuk  tumbuh dan menghasilkan hasil panen yang melimpah.

“Modal membangun ketahanan pangan berkelanjutan yang ramah lingkungan adalah pertanian yang dilakukan mesti selaras dengan alam” ujar
Kepala Seksi (Kasi) Metode dan Informasi Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Lampung Utara, I Made Wirata, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Baginya, pertanian organik itu murah sebab unsur hara sebagai bahan dasar tanaman untuk tumbuh tersedia melimpah di alam dan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah harus dilakukan selaras dengan alam. Yakni  memberikan waktu bagi tanah untuk mengurai kembali bahan-bahan organik menjadi unsur hara bagi tanaman sebelum proses penanaman dilakukan.

“Bila dipraktekkan, pertanian organik akan menjadi tahap awal konservasi lingkungan di wilayah” tuturnya menambahkan.

Di bagian lain, bagi nenek moyang, pertanian organik ini telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang membentuk sistem kepercayaan dan  mengakar dengan penghormatan kepada sesuatu yang diyakini memiliki kekuatan untuk menjaga alam.

“Sistem pertanian organik bukan sebatas menanam tanaman yang mesti selaras dengan alam. Tapi, bagi nenek moyang telah membentuk sistem religi yang membangun pengetahuan lokal yang dapat dapat diurai pengajarannya bagi generasi selanjutnya secara filosofis dan pragmatis” ujarnya menambahkan.

Selain itu di zaman milenial, kearifan lokal dan  teknologi digital dapat saling mengakomodasi. Dengan ini,  ide serta inovasi untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat tersosialisasi secara optimal ke petani.

“Pada hakekatnya pemerintah sudah memberi peluang bagi petani dan tergantung petani bagaimana dapat menangkap peluang itu dengan merubah paradigma berfikir demi kepentingan petani itu sendiri terutama dalam memenuhi kehidupan dan peningkatan, kesejahteraan” tuturnya menambahkan.

Ketua ketua kelompok tani (Poktan) Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Karyadi, dikediamannya mengaku, produk dari pertanian organik memang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Hanya saja, di lapangan penggunaan pupuk organik dipertanian dilakukan berdampingan dengan penggunaan pupuk kimia dengan alasan klasik. Pertanian organik belum bisa memberi hasil panen optimal.

“Petani sayuran di tempat saya, mengaplikasikan penggunaan pupuk organik dan kimia secara bersamaan dengan alasan untuk  mengejar hasil produktifitas hasil panen maksimal dan itu hanya dapat dilakukan bila pupuk  digunakan secara berdampingan” kata dia. (Y1).

SHER tampabatas

About admin

Check Also

Terapkan PPKM Usai Lebaran, Babinsa Jajar Sambangi Superindo Solo

Tampabatas.com(SMSI-lpg), Surakarta.- Saat kita merayakan Idul Fitri pada masa pandemi seperti  sekarang ini maka kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *