Foto: Ainuddin Salam, SE.,MM (tengah) Sekretaris BPPRD Tubaba.
Tampabatas.com(SMSI-lpg),
Tulangbawang Barat (Tubaba).
Hal yang perlu ditegaskan untuk pemahaman bersama, pemahaman kepada masyarakat, bahwa Pajak dan Retribusi ini tidak hanya bicara tentang uang.
Masalah itu duaraikan Ainudin Salam, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi daerah Kaputen Tulangbawang Barat, mendampingi Kepala Badan Arya Sesunan. Di ruang kerja Sekretaris 18/03/2021 lalu.

Foto: Arya Sesunan Kepala BPPRD Tubaba (istimewa)
Ainuddin mengatakan, dalam hal menarik dana dari masyarakat terkait pajak dan retribusi, bukanlah bisnis pemerintah, tapi pajak dan Retribusi ini lebih penting dari itu. Ada unsur edukasi kepada masyarakat bahwa masyarakat punya hak untuk menuntut bangunan dari pemerintah
“Kalau melihat nilai rupiah pajak retribusi dalam angka yang banyak, kita jangan terpaku dengan angka puluhan ribu nya itu tapi makna dari puluhan ribu itu, ada ada makna pendidikan kepada warga Negara, bahwa sebagai warga negara hidup di bumi yang bernama Indonesia ini punya kewajiban kepada Negara dalam bentuk membayar pajak bumi dan bangunan,”terang dia.

Lanjutnya, Pajak usaha ataupun retribusi, angkanya relatif seiring dengan perkembangan daerah perkembangan dari pedesaan di perkotaan otomatis nanti angkanya bergerak dengan sendirinya. Yang jelas Pajak dan Retribusi ini konsepnya tidak memberatkan masyarakat.
“Kaitan dengan target target kami di tahun 2021 sebesar 23,7 kembali segar jangan lihat angka 23,7nya, kami optimis kalau bicara tercapai, karena kami yakin kesadaran masyarakat Tulangbawang Barat ini bagus,”kata Ainuddin.

Sekretaris menambahkan, Selain itu juga kami selektif dalam menentukan objek yang layak dikenakan atau tidak, misalnya retribusi Rumah Makan, bila usaha itu baru berdiri sebulan dua bulan tidak akan langsung dikenakan pajak. Tentunya pengusaha dalam keadaan itu masih perlu melihat gejala turun naiknya pendapatan.
“Pada saat dia layak dikenakan pajak maka kami akan mengkomunikasikan kepada wajib pajak”.pungkas Ainuddin Salaam. (Advertorial).
