DLH TUBABA SIKAPI DANA MINIM DORONGAN MENUJU MASA DEPAN KABUPATEN

ADVERTORIAL TULANG BAWANG BARAT

Foto: Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tubaba.

Tampabatas.com(SMSI-lpg),
Tulangbawang Barat (Tubaba).-
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulangbawang Barat tiga bulan kedepan akan bagikan dua belas ribu bibit pohon kepada masyarakat Tulangbawang Barat, bukan didapat dari dana anggaran.

Rencana itu dikatakan Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulangbawang Barat kepada tampabatas.com di Kantornya pada Senin 14/06/2021.

Foto: Dalhami, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tubaba.

Firmansyah menuturkan, Dinas Lingkungan Hidup berkeinginan besar untuk turut menopang pembangunan di Kabupaten Tulangbawang Barat dan turut mendorong Kabupten tersebut menuju masa depan Tulangbawang Barat, Tubaba.

“Guna tujuan itu kami telah
berupaya mendapatkan bantuan dari sponsor dan kami mengajukan permohonan bantuan, hasilnya kami bisa menyiapkan dua belas ribu bibit pohon kayu untuk diberikan kepada masyarakat agar dapat ditanam di wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat,”terangnya.

Lanjutnya, Bibit pohon dimaksud terdiri dari beberapa macam bibit kayu, mahoni, plamboyan, pule dan bibit pohon sirsak.

Foto:Bibit kayu di Kantor DLH Kabupaten Tubaba.

“Karena kami memikirkan minimnya anggaran, sehingga bibit yang masih sangat kecil tetap kami terima. Selanjutnya kami pelihara menunggu berkembang hingga lebih besar dan siap untuk ditanam,” urainya.

Menurut Firman, bibit pohon dimaksud rencananya akan dibagaikan kisaran tiga bulan yang akan datang agar bibit menjadi lebih besar.

“Selain itu juga kita menunggu musim tanam, agar bibit yang ditanam dapat lebih banyak hidup daripada yang mati.
Sementara ini kami tengah berupaya agar bisa memiliki tempat penangkaran yang baik sehingga bibit dapat lebih terpelihara”.harapnya.

Foto: Kantor DLH Kabupaten Tubaba.

Firman menambahkan, dana anggaran di Dinas Lingkungan Hidup sangat minim dan tidak mencukupi, bahkan untuk membiayai kebersihan tidak memadai.

“Dana anggaran hanya cukup untuk membayar dana operasional angkutan sampah selama sepuluh hari dalam setiap bulan. Jadi untuk membiayai angkutan sampah agar bisa bergerak setiap hari perlu berfikir keras”.pungkas Firman. (Advertorial)

 

SHER tampabatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *