foto:Johanuddin, Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Tulangbawang Barat.
tampabatas.com (SMSI-Lampung),
Tulangbawang Barat(Tubaba).-
Karena khawatir akan terjadi kekosongan alat pendukung pembuatan E-KTP pada awal tahun,
Kepala Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Tulangbawang Barat lakukan langkah antisipasi berkoordinasi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Disdukcapil Provinsi, demi lancarnya pelayanan pembuatan E-KTP.
Hal itu diungkapkan Johanuddin Sekretaris Disdukcapil Tubaba di ruang kerjanya pada Selasa (24/09/2024).
Mewakili Mansyur Kepala Disdukcapil Tubaba, Johanuddin sebagai Sekretaris mengungkapkan, pembuatan berbagai kelengkapan administrasi kependudukan diperkirakan akan terkendala dalam hal pembuatan E-KTPĀ karena terbatasnya jumlah alat pendukung yang berupa rol film yang disebut Fargo HDP Retransfer film dan Fargo HDP Color ribbon.
“Alat tersebut kegunaannya adalah untuk perekatan dan penyempurnaan warna foto dan identitas pada kartu blanko ketika dicetak menjadi E-KTP. “kata Johan.
Lanjutnya, diperkirakan alat pendukung dimaksud akan habis pada akhir tahun 2024, sedangkan untuk mendapatkannya dengan cara membeli kepada pihak ketiga menggunakan dana APBD.
Dana dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) biasanya mengingat yang lalu, maka akan cair pada kisaran bulan April 2025.
“Maka pada awal tahun 2025 diperkirakan akan tersendatnya pembuatan E-Ktp, yang akan menimbulkan keresahan pada masyarakat.”papar Johan.
Dia menuturkan, untuk mengantisipasi ketersendatan pencetakan adalah selalu berkoordinasi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan membangun komunikasi yang intens dengan Disdukcapil Provinsi, untuk mendapatkan solusi.
“Namun ini masih dalam tahap upaya.”terang Johan.
Johan menambahkan, bahwa data di Disdukcapil sangat dinamis yang selalu bergerak, sehingga bisa terjadi berbagai hal keterlambatan dalam pelayanan.
“Maka kami selalu membuka diri untuk selalu menerima masukan yang baik dari pihak lain, demi terlaksananya pelayanan maksimal terhadap masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat.” pungkas Johanuddin. (red).
