Home / BERITA BARU / Di Tuba Marak Penjualan Gas Bersubsidi Di Atas Harga HET

Di Tuba Marak Penjualan Gas Bersubsidi Di Atas Harga HET

Tampabatas.com(SMSI),
Tulang Bawang (Tuba)
Penjualan gas bersubsidi tabung 3 kilogram banyak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Tulang Bawang sebesar Rp. 18.000. Hasil pantauan tampabatas.com hampir di semua Kecamatan yg berada di Tulang Bawang , banyak pangkalan dan warung biasa yang bukan pangkalan turut menjual dengan harga Rp 20.000 sampai Rp.24.000. Senin 28/09/2020.

Bahkan ditemukan Bumdes Panca Mulya Kabupaten Tuba menjual gas subsidi 3 kilogram dengan harga Rp.20.000 hingga Rp. 24.000 dengan alasan gas sedang langka, serta pengiriman gas tidak sesuai jadwal dan jumlah kuota gas LPG 3 kilogram tidak sesuai dengan jumlah masyarakat yg ada.

Kondisi ini membuat gas cepat habis di tingkat pangkalan, akibat dijual kepada yang tidak berhak. Sehingga ketika masyarakat yang benar-benar berhak menggunakan jadi lebih susah untuk memperoleh gas bersubsidi. Karena pangkalan lebih mementingkan toko dan warung terlebih dahulu dari pada masyarakat sekitar dengan tujuan meraup keuntungan lebih.

Hal ini pernah dialami langsung oleh IM (40)th ketika hendak membeli gas LPG 3 kilogram di suatu pangkalan di Desa Tri Tunggal Jaya Tulang Bawang, ketika hendak membeli gas 3 kilogram, pangkalan menolak dikarenakan gas sudah dipesan oleh warung terlebih dahulu, padahal gas LPG 3 kilogram masih banyak tersisa.

Warga Desa Bujuk Agung, yg tidak mau menyebutkan namanya, mengungkapkan susahnya mendapatkan gas 3 kilogram. Kalau pun dapat, harganya tidak lagi sesuai dengan HET rata-rata di atas Rp 20,000.

“Kalau beli di Pangkalan tidak pernah dapat bahkan tidak dikasih pak, jadi terpaksa beli di warung. Harganya bisa mencapai Rp 20.000 sampai 23.000 ribu per tabung, apa lagi kalo sedang langka.” ungkap seorang Ibu rumah tangga yang merasa terbebani dengan harga tersebut.

Hani L salah satu pemilik pangkalan gas LPG yg berada didaerah jalan Lintas Timur Bujuk Agung, yang menjual tabung gas diatas HET Rp 20.000, mengakui bahwa dia menjual gas LPG 3 kilogram tersebut untuk menyetok kewarung- warung terlebih dahulu.

“Hanya kisaran lima sampai sepuluh tabung untuk tiap warung dapat dari pangkalan, harganya rata-rata Rp 20.000 dari pangkalan. Kemudian warung menjual gas LPG subsidi 3 kilogram dengan harga Rp. 21,000 sampai Rp.23,000.”urai Hani.

Warga Tulang Bawang mengungkapkan selama ini keberatan dengan harga gas LPG 3 kilogram subsidi untuk masyarakat miskin tapi kok dijual melampaui harga HET, masyarakat mau protes dengan harga jual sampai diatas Rp 20 ribu, namun mereka khawatir bila nanti mereka protes mereka tidak dikasih lagi membeli gas LPG di tempat tersebut.

Masyarakat berharap ada campur tangan pemerintah setempat untuk menindaklanjuti masalah harga jual gas subsidi 3 kilogram agar masyarakat tidak terbebani dimasa pandemi covid-19 saat ini.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Koperindag Tulang Bawang dan pihak terkait belum dapat dihubungi. (Igbal).

SHER tampabatas

About admin

Check Also

Koramil 24/Puhpelem Laksanakan Pembinaan Kelompok BKB

Tampabatas.com(SMSI-lpg), Wonogiri.– bertempat di Sekretariat Kampung KB Ceria Dusun Pogog, DesaTengger, Koramil 24/Puhpelem melaksanakan pembinaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *