KI HARYADI JADI PENYEHAT SEJAK KECIL

BERITA BARU DAERAH TULANG BAWANG BARAT

Tampabatas.com (SMSI-Lampung),
Tulangbawang Barat (Tubaba).-
Ki Hariyadi alias Hariyadi gondrong atau Mamang gondrong, berawal sejak SD(Sekolah Dasar) dengan tanpa sengaja kemudian diperkuat berbagai ritual pendekatan diri kepada Allah sesuai ajaran agama Islam, kini Ki Hariyadi menjadi penyehat yang cukup mumpuni telah menangani ribuan pasien dengan menggunakan tenaga dalam untuk hal penanganan syaraf dan urat.

Dapat terungkapnya hal di atas melalui hubungan seluler pada Rabu (24/01/2024).

Ki Hariyadi kini juga telah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi PPUIN (Perkumpulan Paricara Usada Indonesia) DPD Lampung, sehingga bisa mengantongi izin praktek dari DPMPTSP Kabupaten Tulangbawang Barat.
Dia tinggal di RT.02 RW.01 Tiyuh Karta sari Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat.
Hp.0821 7693 2480.

Ki Hariyadi menceritakan, ketika masih duduk di SD ada teman yang terkilir, dia tidak paham tentang kemampuan dirinya namun ketika yang terkilir dipegang dan diurut, hasilnya baik dan sehat kembali.
“Selanjutnya ketika di bangku SMP hingga Kuliah, sangat banyak yang terapi.”katanya.

Dia mengisahkan, bahwa dirinya ada keturunan sebagai penyehat. Dahulu Kakeknya adalah sebagai penyehat dan baru ada generasi penerus adalah dirinya.
“Untuk lebih mematangkan kemampuan,  saya melakukan berbagai hal ritual sesuai ajaran agama Islam, seperti puasa Senin Kamis dan ritual lainnya.”terang Ki Hariyadi alias Mamang gondrong.

Ki Haryadi banyak menangani  pasien dengan berbagai keluhan, seperti terkilir, lemah syahwat, syaraf kejepit dan bebagai keluhan lain.
“Saya melakukan terapi lebih berfokus pada pusat syaraf dan juga dengan sugesti.”kata dia.

Dia juga ada rasa tanggung jawab dan memiliki terhadap pasien yang datang.
“Misalnya saja ketika saya akan pergi dari rumah lantas ada yang datang untuk minta diobati, maka saya akan menunda perjalanan saya.”jelas Mamang gondrong.

Dia menambahkan, dirinya hobi berambut panjang, selain itu memang ada keturunan. Kakeknya dahulu sebagai penyehat juga berambut panjang hingga sampai tumit.
“Masalah pemotongan rambut, insya Allah tidak akan bisa dipotong kecuali saya yang menginginkan.”pungkas Ki Hariyadi.  (Tim SMSI).

SHER tampabatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *