Foto : Ir.Hi.Umar Ahmad, SP Bupati Tulangbawang Barat
Tampabatas.com (SMSI-lpg),
Tulangbawang Barat (Tubaba)
Pada tahun 2022 Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat kembali melaksanakan program pengembangan kapasitas kelembagaan petani di Kecamatan dan Tiyuh (Desa). Melalui program tersebut dilakukan kegiatan pembinaan manajerial kelompok tani, temu karya, dan juga penyuluhan kepada petani.
Penguatan kelembagaan petani akan berpengaruh pada kemudahan memfasilitasi akses informasi, permodalan, dan pasar bagi petani.
Mendampingi Ir.Syamsul Komar
Kepala Dinas Pertanian Tubaba,
Sekretaris Sulistyo menuturkan, Pada tahun 2022 ini Dinas Pertanian Tubaba juga melaksanakan pemeliharaan kebun entres karet yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Pengembangan kebun entres karet merupakan salah satu upaya dalam rangka untuk penyediaan bibit karet di Tubaba. Hal ini sekaligus merupakan salah satu langkah antisipasi permintaan bibit karet berkualitas oleh masyarakat, seiring harga getah karet yang membaik pada akhir-akhir ini.
“Beberapa program lain juga dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tubaba, misalnya pengembangan pertanian organik. Pertanian organik menjadi salah satu program yang sangat selaras dengan konsep yang diusung oleh Bupati Tubaba Umar Ahmad, yaitu tentang kelestarian.”ujarnya pria ramah itu.

Dia mengingatkan, Kita ketahui bersama, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad membangun daerah dengan mengedepankan konsep kesederhanaan, kesetaraan, dan kelestarian. Selaras hal tersebut, maka pembangunan pertanian di Tubaba pun selain mementingkan aspek produksi, juga memperhatikan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat, salah satunya yaitu dengan pengembangan pertanian organik.
“Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan guna mendukung pengembangan pertanian organik di Kabupaten Tulangbawang Barat, diantaranya: (1) Pelatihan dan Pembinaan Pengembangan Pupuk Hayati yang bekerjasama dengan LIPI sejak tahun 2018 pada 3 kelompok tani; (2) Pelatihan dan pemasayarakatan pupuk organik MOL (Mikroorganisme Lokal) di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Tulangbawang Barat; dan (3) Pelatihan dan pemasayarakatan pengembangan pupuk organik padat di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Tulangbawang Barat.”papar Sekretaris.

Dia juga mengungkapkan, Keberadaan para penyuluh pertanian memainkan peran penting dalam pengembangan pertanian organik di Tulangbawang Barat. Dalam pertemuan – pertemuan dengan kelompok tani, mereka menyampaikan materi- materi tentang pembuatan pupuk organik padat dan cair serta pembuatan pestisida nabati, yang memanfaatkan sisa-sisa tanaman, dedaunan, kotoran hewan, dan sebagainya. Maka kini semakin banyak petani di Tulangbawang Barat yang menerapkan pertanian organik.

Foto: Ir.Syamsul Komar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat.
“Selain pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Tulangawang Barat bersama Kementerian Pertanian juga melakukan pelestarian plasma nutfah isem kumbang yang berkembang sebagai tanaman asli Tulangbawang Barat.”kata dia memberikan contoh.
Sulistyo Hadi menerangkan, Upaya menjaga kelestarian juga diwujudkan melalui program “One Tiyuh One Varietas, yaitu dengan memberikan bantuan dan pendampingan pengembangan tanaman buahan-buahan seperti durian, alpukat, jambu jamaika, nangka mini, kelengkeng, jeruk, dan mangga yang telah tertanam dan menjadi ciri khas tiyuh-tiyuh (desa) yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Upaya menjaga kelestarian di atas dilakukan tanpa mengabaikan kepentingan menjaga produksi komoditas pertanian. Sektor pertanian tetap menjadi salah satu tumpuan perekonomian masyarakat.
“Selama lima tahun terakhir (2016- 2020) struktur perekonomian Kabupaten Tulangbawang Barat didominasi oleh 5 (lima) kategori lapangan usaha, di antaranya: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Industri Pengolahan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; Konstruksi; Informasi dan Komunikasi. Hal ini dapat dilihat dari peranan masing-masing lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Tulangbawang Barat.”urainya.

Foto: Sulistyo Hadi, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat. (dokumen).
Imbuhnya, Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB (Produksi Domistik Regional Bruto) Tulangbawang Barat pada tahun 2020 dihasilkan oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu mencapai 35,21 persen. Kontribusi Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Tulangbawang Barat tahun 2020 atas dasar harga berlaku mencapai 4,03 triliun rupiah atau sebesar 35,2 persen dari total PDRB.
“Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian adalah kontributor terbesar lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, mencapai 92,03 persen.
Subkategori tersebut masih dirinci lagi menjadi tujuh golongan. Tanaman pangan merupakan kontributor terbesar terhadap pembentukan nilai tambah subkategori usaha tersebut yaitu sebesar 52,42 persen, disusul Tanaman Perkebunan Tahunan sebesar 19,83 persen dan Peternakan sebesar 15,39 persen dari seluruh nilai tambah subkategori.”pungkas Sulistyo Hadi. ( ADVERTORIAL).
