Tampabatas.com (SMSI-lpg),
Tulangbawang Barat (Tubaba).-
Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat menerima tamu dari Komisi II DPRD Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, di Panaragan, Kamis 06/02/2022.
Rombongan DPRD Banyuasin berjumlah 8 orang, diantaranya Emi Sumirta (Wakil Ketua Komisi II), Suis Tiqlal Effendi (Sekretaris Komisi), dan Darwani (Anggota Komisi). Ikut pula dalam rombongan tersebut Sekretaris DPRD Banyuasin, Adam Ibrahim SE MSi. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Dinas Pertanian Tulangbawang Barat Sulistyohadi, Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan (PSP) Sayu Made Budiarni, dan pejabat fungsional Subandi Maksum serta Rahmat Effendi.
DPRD Banyuasin berkunjung ke Kabupaten Tulangbawang Barat untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pelaksanaan program-program yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat, diantaranya tentang pelaksanaan program Kartu Petani Berjaya (KPB), Kostratani, E-Reporting Polygon Luas Lahan Tani, dan juga pengembangan pertanian organik di Kabupaten Tulangbawang Barat.
Pada kesempatan itu, rombongan DPRD Banyuasin tertarik dengan pelaksanaan program Kartu Petani Berjaya yang merupakan program Pemerintah Provinsi Lampung yang juga dilaksanakan di Kabupaten Tulangbawang Barat.
Kabid PSP Dinas Pertanian Tubaba, Sayu Made Budiarni menjelaskan bahwa melalui program KPB maka petani di Kabupaten Tulangbawang Barat terhubung dalam satu sistem dari hulu ke hilir yang mendukung usaha tani yang dilaksanakan oleh para petani, misalnya dalam pengajuan pupuk bersubsidi, pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun juga dalam hal pemasaran hasil pertanian.
Sementara, terkait dengan pengembangan pertanian organik, dijelaskan bahwa Dinas Pertanian Tubaba mendorong petani untuk menerapkan sistem pertanian organik, seperti misalnya dalam hal penggunaan pupuk organik cair maupun juga pupuk kompos yang dapat diproduksi sendiri oleh petani. “Upaya ini sekaligus mendukung program Pemerintah Daerah yang mengedepankan aspek kelestarian dan keberlanjutan dalam pembangunan pertanian,” kata Sayu.
Rombongan DPRD Banyuasin tertarik dengan sistem pertanian organik, dan bermaksud mengembangkan kerjasama berupa pelatihan untuk petani-petani di Kabupaten Banyuasin. (**)
