DAMPAK PUTUS CINTA PKBM KENCANA EDUKASI PSIKOLOGI

BERITA BARU DAERAH PENDIDIKAN TULANG BAWANG BARAT

tampabatas.com (SMSI-Lampung),
Tulangbawang Barat (Tubaba).-
Pengurus PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kencana adakan kegiatan edukasi psikologi terhadap siswa, karena terpicu oleh kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh siswa PKBM Kencana pada beberapa waktu yang lalu karena putus cinta. Kegiatan edukasi tersebut diadakan di PKBM Kencana di Tiyuh Waysido Kecamatan Tulangbawang Udik pada Selasa (29/10/2024).

Erwan Jaya Winata sebagai pimpinan PKBM Kencana kepada kru tampabatas.com mengatakan, karena seorang siswa nya telah bunuh diri beberapa waktu silam gegara putus cinta, maka dirinya merasa terpanggil untuk mengadakan kegiatan pembelajaran tentang mental atau psikologi.
“Kegiatan ini kita lakukan agar mental siswa lebih kuat untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada diri masing-masing.
Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat baik untuk peserta kegiatan edukasi psikologi ini.”pungkas Erwan Jaya Winata,M.Pd.

Foto: Erwan Jaya Winata,M.Pd  Kepala PKBM Kencana sedang sambutan.

Diketahui, kegiatan ini menghadirkan narasumber Psikolog Yurni,M.Psi., Psycholog dengan tema “Rahasia Menjalani Hidup Produktif dan Bahagia”.

Turut hadir, Lisa Diana, SH.,MH Kabid Paud dan Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat dan beberapa staf, dan kisaran 60 orang siswa PKBM Kencana sebagai peserta.

Di tempat sama, Lisa Diana, SH.,MH Kabid Paud dan Dikdas mengharapkan narasumber dapat memberikan pengetahuan terbaik tentang psikolog dan kesehatan mental.
“Kesehatan mental sangat perlu karena dengan sehat nya mental maka akan ada cara hidup saling menghargai dan berfikir dengan baik.”tutur Lisa Diana.

Foto: Lisa Diana, SH.,MH (pegang mikropon) Kabid Paud dan Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat.

Sedangkan Yurni sebagai narasumber mengatakan,
Perlu bagi kita untuk mengenal manejemen stres, agar bisa mengelola stres yang ada sehingga bisa diminimalisir, agar hidup kita lebih baik.
“Stres akan menguras fungsi mental, fungsi pikir, perasaan dan perilaku. Sehingga banyak penyimpangan fungsi makna dalam pemikiran kita, fungsi emosional kita jadi negatif akibat stres yang ada.”paparnya.

Dia mengungkapkan, dengan kita mampu mengelola stres, maka dampak secara fisik yang terjadi pada tubuh dapat kita minimalisir dengan mengelola mental agar menjadi positif.
“Keadaan sekeliling, panas, sejuk, lampu mati dan lainnya
akan berpengaruh pada pergerakan mental,
Maka perlu olah mental untuk hadapi situasi agar mental siap.”kata dia.

Lanjutnya, membawa mental untuk sehat itu diawali dengan perilaku yang baik dan keindahan cara serta kesantunan.
Selain itu perlunya percaya diri untuk pengembangan diri, juga perlu bimbingan spiritual yang baik.

Dia menambahkan,
Manusia itu mahluk sosial bukan mahluk pribadi sehingga sangat penting adanya koneksi yang perlu dibangun dengan mental yang sehat. Ketika mental terganggu akan sulit menjalin atau membangun relasi.

Foto:Yurni,M.Psi, Psycholog sedang memberikan edukasi.

Sebagai Contoh mental yang belum mampu dikelola  adalah orang yang mudah marah, Itu karena tidak mampu mengelola mental. “Sehingga perlu mengetahui bagaimana mengolah mental agar emosi kita positif. Bisa juga dengan bimbingan spiritual dan pelaksanaan ibadah yang baik.”pungkas Yurni. (red).

SHER tampabatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *